Rabu, 23 Februari 2022

Bacabaca 59: Foodie Love oleh TheEod

Judul: Foodie Love
Penulis: TheEod
Tahun Terbit: 2020
Platform: Cabaca
Jumlah Bab: 32

Ella dan Bagas adalah gambaran pasangan muda seumuran yang sama-sama mandiri dan memiliki passion yang sama, yaitu makanan. Makanan jugalah yang merekatkan mereka dalam bentuk hubungan romansa selama tiga tahun.

Pondasi hubungan yang mereka bangun selama ini mendadak oleng akibat tekanan-tekanan yang tak bisa mereka hadapi. Di tengah-tengah itu semua, Ella dan Bagas memutuskan untuk travelling bersama.

Berhasilkah mereka melewati hubungan yang sedang masuk fase stagnan?


***

Novel Foodie Love gue baca melalui aplikasi Cabaca. Meskipun sudah mudah dibaca di mana saja, entah kenapa gue baca novel ini agak lama. Berbeda dengan novel lainnya yang saat gue baca bisa sekali duduk dan cepat selesai, seperti Semangat Tante, Sasa yang ulasannya tayang di Bacabaca 58. Nah, kalau agak lama, berarti ceritanya buat gue masih ada kekurangan atau memang gue malas banget pada saat itu.

Cerita ini sendiri menggunakan sudut pandang pertama dari dua tokoh utamanya, yaitu Ella dan Bagas. Nah, POV 1 itu adalah salah satu ketidaksukaan gue dalam sebuah novel, karena jika eksekusinya kurang, maka akan jadi tidak menarik. Gue jarang baca POV 1, bahkan ketika gue sempat mencoba untuk menulis novel dengan sudut pandang ini, gue merasa kurang nyaman. Saat gue mengubahnya jadi POV3, ternyata malah menarik. Mungkin kayak gitu sih pengalaman ketidaknyamanan gue mengikuti cerita bersudut pandang orang pertama.

Gue memang kurang nyaman mengetahui isi otak karakter dan ketika mereka lagi bercerita, rasanya kayak info dump aja. Kayak unnecessary information bagi gue. Namun, di novel ini, ada pengecualian sedikit sih. Riset tentang makanan dan dunia kuliner yang mendalam, cukup menyelamatkan kekurangan novelnya. Dan karena memakai POV1, author novel ini juga ingin memberikan keterangan bahwa si tokoh yang sedang bercerita memang betulan mengerti soal makanan. Jadi, lumayan laaah. Informasi kulinernya bukan hanya sekadar tempelan.

Terus gue akan komentari dari segi konfliknya sedikit ya. Konfliknya memang lebih fokus pada konflik internal. Sementara itu, konflik eksternalnya tidak terlalu banyak dieksplorasi, meskipun terkadang konflik internal para karakter juga memengaruhi kehidupan para karakter secara keseluruhan. Contohnya, ketika di tengah-tengah cerita, karakter Bagas mulai menunjukkan sisi paniknya dan penyakit psikisnya, hal itu membuat Ella resah akan hubungan mereka. Namun, kemunculan konflik yang tiba-tiba kadang membuat gue mengernyitkan dahi juga. Atau konflik lainnya yang berasal dari masing-masing keluarga mereka, rasanya terkesan dipaksakan karena muncul nyaris dari pertengahan sampai belakang. Rasanya novel ini akan lebih kompleks dan dalam lagi, kalau konflik yang dibangun dari awal sampai akhir betulan hanya konflik berdua antara Ella dan Bagas. Pastinya gue akan lebih gemas sama mereka berdua.

Kalau secara karakter, gue agak kurang bisa depicting seperti apa karakter Bagas selain hanya sering digambarkan bahwa dia tampan tapi penyakitan (psikis). Sementara itu, kebalikannya dengan tokoh Ella yang sangat dicintai oleh sekitar, juga memiliki pemikiran yang luas dan blak-blakan. Dua tokoh ini memang dikatakan memiliki latar belakang berbeda, tapi karena Bagasnya kurang nendang, jadi gue susah membayangkan seperti apa si Bagas ini. Dan kemunculan tokoh-tokoh ekstras lainnya yang hampir sering gue skip di sepanjang cerita.

Kendati demikian, menurut gue buku ini menarik karena mengulik sisi kuliner dan bagaimana membuka bisnis kuliner di usia muda. Sangat sulit ternyata mengurus segala hal dari operasional termasuk relationship dengan para pelanggan. Belum lagi masalah pendanaan dan lain-lain. Novel ini dari segi latar dan suasana memang sesuai dengan judulnya.

Dari keseluruhan, gue akan memberikan novel ini rating 3.5 dari 5, karena gue kurang nyaman dengan teknik naratif yang digunakan. Selebihnya, novel ini menarik dan gue sarankan agar kalian nggak membacanya dalam kondisi lapar. Kalau kalian tertarik membacanya, kalian bisa membaca novel Foodie Love langsung melalui Cabaca.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar