Jumat, 20 Maret 2020

Bacabaca 51: Runaway Ran oleh Mia Arsjad

Judul: Runaway Ran

Penulis: Mia Arsjad
Tahun Terbit: 2013
Versi Cetak Ulang: 2019
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tebal: 368 halaman, paperback
ISBN: 9789792260007

Katrina si anak manja yang hobi belanja online itu, sekarang harus belajar hidup irit dan mencari uang sendiri. Kebetulan, ada iklan lowongan yang di-broadcast di Blackberry. Katanya sih untuk jadi asistennya J.F. Ran, komikus pengarang 4 Hero No Zero. Tawarannya menggiurkan sih, dan berhubung kebutuhan belanja online-nya sangat mendesak, Katrina pun mengirimkan CV-nya.

Komik berjudul 4 Hero No Zero sudah tiga tahun ini booming di Indonesia. Komik nyeleneh dan kocak itu ditulis oleh J.F. Ran yang ternyata aslinya ganteng, tapi galak. Apalagi pacarnya, Viana, yang judes dan cemburuan setengah mati. Nggak heran kalau orang yang kerja jadi asisten Ran, nggak pernah bertahan lama.

Kali ini giliran Katrina yang jadi asistennya. Bakalan awet nggak ya? Kira-kira siapa yang bakalan takluk? Ran atau Katrina?

***

Novel Runaway Ran ini dicetak ulang dengan sampul anyar. Tulisan “Editor’s Pick” juga turut menghiasi sampul. Beberapa novel Metropop keluaran GPU yang lain juga dicetak ulang seperti Runaway Ran ini, dengan nuansa sampul yang serupa. Namun, dari sekian banyak buku bersampul mirip, saya mengambil Runaway Ran, karena blurbs di belakang sampulnya membahas tentang kisah seorang komikus. Saya pikir, "Sepertinya menarik." Jadi, akhirnya saya ambil yang ini karena penasaran.

Metropop satu ini memang tidak biasa. Mulai dari penokohan juga plotnya. Biasanya, kita menemukan bahwa sebagian besar kisah Metropop berisi cewek kantoran usia 25 ke atas yang berjibaku dengan kerasnya ibukota. Saat sibuk bekerja, mereka juga sibuk bermain cinta. Nah, Runawan Ran ini tokohnya adalah cewek yang masih kuliah S2, tetapi mau tak mau harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan belanja online yang sangat mendesak. Apakah mirip Confessions of a Shopaholic? Tentunya tidak saudara-saudara!



Di sini kita akan disuguhkan kisah gadis manja yang berubah menjadi seorang pekerja antusias. Gadis ini bernama Katrina, biasa dipanggil Kat atau Keket oleh temannya. Dia bekerja untuk seorang komikus komedi, yang ternyata tidak suka melucu. Hmm. Sampai sini, tentu kalian sudah tahu plotnya bahwa Katrina jadi penasaran. Mengapa seorang komikus komedi, wataknya aneh dan dingin? Malah, Katrina sering berpikir kalau J.F. Ran—si komikus—punya kepribadian ganda.

Namun, Katrina tentu saja bertahan. Setelah ia menerima gaji pertama sebagai asisten komikus tenar itu, dia sendiri terkejut. Gajinya tidak kurang dan itu cukup tinggi (hampir seperti karyawan pada umumnya). Apalagi jam kerjanya yang hanya dua kali seminggu membuat Katrina bertahan dari segala cobaan. Bekerja dengan bos galak, ditambah punya kekasih galak membuat Katrina kesal, tetapi ia bertahan demi uang.

Sampai sejauh ini, saya cukup menikmati lika-liku kehidupan kerja paruh waktu Katrina. Sambil ngecengin bos galak, ia tetap dapat gaji. Tapi, menjelang konfliknya terangkat, saya merasa cerita Runaway Ran semakin gelap. Bos galak itu bukan sekadar galak. Rupanya, ia menyimpan masa lalu kelam yang membuat sikapnya berubah dingin seperti itu. Katrina semakin penasaran, tapi ia tidak mau untuk terjerumus semakin dalam.

Konfliknya memang cukup berat di pertengahan, makanya saya bilang Metropop ini tidak biasa. Tema konflik yang disajikan pun rasanya relevan dengan kondisi sosial ibukota sekitar dua tahun belakangan. Maraknya kasus perselingkuhan yang berujung pada kehancuran keluarga harmonis, dibahas pada novel ini. Cukup gelap untuk ukuran Metropop yang biasanya berwarna ingar-bingar kota.

Ada banyak pertanyaan yang muncul. Seperti, setenar apa sih J.F. Ran ini sampai bisa menggaji asisten cukup tinggi? Bahkan, ia tinggal di apartemen mewah dan punya mobil Fortuner. Hmmm. Sepertinya orang seperti ini kan biasanya ukuran eksekutif muda. Tapi ya sudahlah, saya coba mengabaikan fakta-fakta itu dan tetap mengikuti cerita sampai akhir, karena memang ceritanya menyenangkan.

Poin plus yang ingin saya tambah adalah, betapa kerennya Mia Arsjad bisa membumbui novel ini dengan komedi-komedi khas. Saya bahkan terpingkal-pingkal setiap menemukan dialog antara Katrina dan Ran yang absurd. Keduanya seperti orang yang betulan ada dan dialog konyol keduanya membuat awal hingga konflik cukup berwarna (walau akhirnya diikuti konflik yang cukup kelam).

Jadi, akhir kata saya ingin memberi 4 bintang untuk novel ini yang telah membuat saya jatuh-bangun seperti naik roller coaster. Metropop yang cukup recommended untuk dibaca selagi santai.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar