Jumat, 03 Mei 2019

Bacabaca 49: Bandar Bola, Cuy! oleh Netty Virgiantini

Judul: Bandar Bola, Cuy!
Penulis: Netty Virgiantini
Tahun Terbit: 2019
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tebal: 256 halaman, paperback
ISBN: 9786020621623

Diam-diam, ternyata Tari tidak hanya menjadi manajer tim bola kelas XI IPA 3, tetapi juga bandar bola, cuy! Padahal aksi taruhan bola dilarang dan dianggap ilegal, apa pun alasannya.

Makanya, Tari yang dikenal pemberani jadi takut deket-deket sama pengurus OSIS. Kalau sampai ketahuan dan dilaporkan ke pihak sekolah, bisa gawat!

Nah, masalahnya menjadi rumit karena Rashid, Ketua Sie Olahraga OSIS, justru sedang gencar mendekati Tari dan melancarkan jurus petrusjakandor alias pepet-terus-jangan-kasih-kendor. Gimana dong? Mungkin saja kan, kalau Rashid itu mata-mata guru BP?

Akhirnya ketika aksi mereka terbongkar, Tari terancam mendapat hukuman berat. Tapi siapa pelaku yang melaporkan ke pihak sekolah, benar-benar di luar dugaan!


***

Novel "Bandar Bola, Cuy!" (BBC) adalah novel teenlit kedua tentang sepak bola yang saya baca. Bedanya, di sini selain membicarakan bola, tapi bicara juga soal taruhan bola. Bukan hanya orang dewasa yang melakukan perjudian itu, tapi juga anak-anak sekolah!

Tujuan taruhan tersebut sangat baik. Dengan uang hasil taruhan, Tari dapat membantu teman-temannya yang kesulitan. Namun, yang namanya hal ilegal tentu dilarang di sekolah dan hal inilah yang menjadi penggerak plot di sepanjang novel.

Permainan kucing-kucingan di antara Tari, tim bolanya, dan anggota OSIS yang menginvestigasi mereka pun dimulai. Semua jadi tambah runyam ketika seorang anggota OSIS bernama Rashid, mengejar tari mati-matian.

Sampai bagian ini, saya agak kurang suka sih sebenarnya. Pasalnya, Rashid ini agak seprti stalker dan suka mengatur. Lalu, Tari juga jadi lemah. Tapi mungkin memang ini untuk memutar drama yang terjadi dalam novel.

Sepanjang membaca, saya suka dengan kucing-kucingan bola dan taruhan, tapi saya kurang suka dengan bagaimana kisah antara Tari dan Rashid berkembang. Kalau boleh dibilang, saya lebih suka Tari bersama dengan temannya, Rendi.

Hingga akhir novel, sebenarnya twist yang ada sudah terbaca dari bagian tengah. Bagi siapa pun pembaca yang memperhatikan kalimat demi kalimat, pasti akan bisa menebak siapa pengadu sebenarnya. Fakta bahwa orang tidak terduga lah yang melaporkan perjudian bola ilegal, akan membuat pembaca jadi kesal sekaligus maklum.

Porsi kisah cintanya sendiri saya kurang suka sih. Ada beberapa poin yang membuat saya tidak suka permainan cinta para anak SMA ini (halah). Dan terlepas dari itu semua, saya menyukai kisah tentang bola yang disajikan. Terakhir, berhubung novel ini dibaca dalam rangka riset teenlit, saya cukup mendapatkan insight untuk rencana novel baru saya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar