Selasa, 31 Desember 2019

Bacabaca 50: A Little White Lie oleh Titish AK

Judul: A Little White Lie
Penulis: Titish A. K.
Tahun Terbit: 2007
Versi Cetak Ulang: 2019
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tebal: 280 halaman, paperback
ISBN: 9792295291


Ocha benci Adit! Meskipun cowok itu idola cewek satu sekolah, bagi Ocha, Adit nggak lebih dari sekadar perusak image dan pembawa isal. Sejak kenal Adit, Ocha berevolusi jadi cewek cengeng, malu-maluin, suka bohong, dan doyan melet. Pokoknya Ocha benci Adit. Titik.


Tuhan seperti memberikan jalan untuk membalas dendam ketika tanpa sengaja Ocha menemukan apa yang bakal dianggap harta karun oleh cewek-cewek di sekolahnya: nomor handphone Adit, yang katanya susaaaah banget dicari tahu itu.

Awalnya Ocha berencana menjual informasi nomor handphone Adit ke teman-temannya. Tapi karena nggak tega, akhirnya Ocha cuma ngisengin Adit lewat SMS dengan nama samaran Ayu.

Tapi bukannya sukses balas dendam, Ocha malah tambah pusing. Soalnya kebohongan kecil yang dia ciptakan itu menimbulkan masalah baru. Adit ternyata naksir Ayu!


***

Ini salah satu teenlit GPU yang cukup asyik untuk diikuti. Saya bisa menamatkannya dalam sekali duduk (dan tiduran). Sekitar 6 jam lamanya membaca buku ini dan saya menyadari bahwa teenlit angkatan lama, memang lebih asyik daripada teenlit keluaran baru. Mungkin itulah alasan buku ini sudah cetak ulang beberapa kali dengan sampul baru yang kini lebih segar.

Cerita bermula ketika seorang remaja bernama Ocha, menyukai seorang kakak kelas bernama Bintang. Kebiasaan Ocha untuk berkenalan atau mengobrol dengan orang yang disukainya, adalah lewat SMS. Namun, kebiasaan buruk lainnya adalah, dia suka catfishing!

Jumat, 03 Mei 2019

Bacabaca 49: Bandar Bola, Cuy! oleh Netty Virgiantini

Judul: Bandar Bola, Cuy!
Penulis: Netty Virgiantini
Tahun Terbit: 2019
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tebal: 256 halaman, paperback
ISBN: 9786020621623

Diam-diam, ternyata Tari tidak hanya menjadi manajer tim bola kelas XI IPA 3, tetapi juga bandar bola, cuy! Padahal aksi taruhan bola dilarang dan dianggap ilegal, apa pun alasannya.

Makanya, Tari yang dikenal pemberani jadi takut deket-deket sama pengurus OSIS. Kalau sampai ketahuan dan dilaporkan ke pihak sekolah, bisa gawat!

Nah, masalahnya menjadi rumit karena Rashid, Ketua Sie Olahraga OSIS, justru sedang gencar mendekati Tari dan melancarkan jurus petrusjakandor alias pepet-terus-jangan-kasih-kendor. Gimana dong? Mungkin saja kan, kalau Rashid itu mata-mata guru BP?

Akhirnya ketika aksi mereka terbongkar, Tari terancam mendapat hukuman berat. Tapi siapa pelaku yang melaporkan ke pihak sekolah, benar-benar di luar dugaan!


***

Novel "Bandar Bola, Cuy!" (BBC) adalah novel teenlit kedua tentang sepak bola yang saya baca. Bedanya, di sini selain membicarakan bola, tapi bicara juga soal taruhan bola. Bukan hanya orang dewasa yang melakukan perjudian itu, tapi juga anak-anak sekolah!

Tujuan taruhan tersebut sangat baik. Dengan uang hasil taruhan, Tari dapat membantu teman-temannya yang kesulitan. Namun, yang namanya hal ilegal tentu dilarang di sekolah dan hal inilah yang menjadi penggerak plot di sepanjang novel.

Kamis, 07 Februari 2019

Bacabaca 48: Raindrops Serenade oleh Dya Ragil

Judul: Raindrops Serenade
Penulis: Dya Ragil
Tahun Terbit: 2017
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tebal: 264 halaman, paperback
ISBN: 9786020378770

“Omong-omong, gue lagi nulis lagu atas permintaan band kampus. Mau bantu?”
“Kenapa? Lirik yang lo tulis berasa sampah lagi?”
“Lebih baik sampah daripada plagiat.”

Risa pernah menulis lagu bersama Amel, lalu tiba-tiba lagu itu diklaim sebagai lagu yang diciptakan oleh salah satu personel band Lima Oktaf. Ketidakjelasan kenapa lagu itu bisa jatuh pada pihak ketiga membuat dua sahabat itu saling menyalahkan dan akhirnya bermusuhan. Bahkan, Risa sempat melakukan percobaan bunuh diri karena tidak kuat menghadapi cyberbullying yang dilakukan para fans Lima Oktaf.

Setelah kejadian itu berlalu, Risa harus kembali berhadapan dengan Lima Oktaf karena urusan kepanitiaan orientasi mahasiswa baru di kampusnya. Keadaan makin rumit ketika dia mendapati Galang, pemuda yang sudah dia anggap adik sendiri, ternyata sedang menulis lagu untuk Lima Oktaf tanpa mengetahui seperti apa masa lalu Risa.

Apa yang akan Risa lakukan saat Galang meminta bantuannya menulis lagu itu? Bagaimana pula reaksi Amel yang masih saja menyalahkannya?


***

Sejak membaca Sebelas, sebuah cerita remaja berlatar belakang olahraga sepak bola bagi remaja perempuan, saya sudah duga bahwa Dya Ragil terlahir untuk membuat kisah-kisah remaja ala shoujo manga. Saya pun menyukai cerita remaja semacam ini, karena pernah membuat yang nuansanya serupa. Saya melewatkan Starlight, dan akhirnya baru kesampaian membaca Raindrops Serenade, novel ketiga Dya Ragil.

Novel ini bercerita tentang dewasa muda, perkiraan usia kuliah hingga akhir kuliah. Tokoh utama bernama Risa, dan dia memiliki masa lalu kelam karena hampir kedapatan bunuh diri (walau gagal). Risa saat itu tertekan karena cyberbullying yang dilakukan oleh para fans grup musik Lima Oktaf, hanya karena dia ingin meminta klarifikasi atas pencurian lagu yang dibuat oleh dia dan sahabatnya, Amel.