Senin, 15 Oktober 2018

Bacabaca 45: Veranda dan Pembunuhan di Seribu Pintu oleh Andhyka C. Adhitama

Judul: Veranda dan Pembunuhan di Seribu Pintu (A Donna Veranda's Mystery Tale #1)
Penulis: Andhyka C. Adhitama
Tahun Terbit: 2018
Penerbit: Maneno Books
Tebal: 266 halaman, paperback
ISBN: 9786025304903

Seorang konglomerat Belanda ditemukan tewas dalam ruangan yang akan digunakan sebagai lokasi rapat finalisasi desain renovasi Lawang Sewu. Jenazahnya telentang dengan mata terbelalak. Lukisan Lawang Sewu dianggap sebagai senjata pembunuhan.

Donna Veranda dan temannya, Al, berada di lokasi saat sedang meliput untuk saluran Youtube tempat ia bekerja sebagai wartawan wisata. Mau tak mau, ia harus ikut menyelesaikan misteri pembunuhan itu agar tak kembali menjadi pengangguran.

Bersama Al dan Inspektur Sudar, Veranda menelusuri fakta lewat kerabat konglomerat dan menyingkap tabir dalam keluarga mereka. Mampukah Donna Veranda menyelesaikan kasus dan terbang sebagai Sang Merpati?


***

Ini adalah salah satu novel detektif yang ringan dan cocok dibaca untuk kalangan pembaca Young Adult.

Terlepas dari ketidakjelian penyelaras aksara (yang mana adalah teman saya) dan ketidakjelian saya sebagai editornya (di beberapa halaman masih saja ada yang miss, maafkan yaa pembaca), novel ini menyajikan kisah drama, campur cerita keluarga, campur teka-teki yang umum dan lumrah ada dalam novel detektif.

Jumat, 07 September 2018

Bacabaca 44: Cerita Pendek Sekali oleh Ugo Untoro

Judul: Cerita Pendek Sekali
Penulis: Ugo Untoro
Tahun Terbit: 2017
Penerbit: Nyala
Tebal: 107 halaman, paperback
ISBN: 9786026085504

Sebuah rumah dengan aroma ganja, sperma dan anggur Orang Tua. Rocker Yahudi berteriak-teriak di VCD player. Rumah dengan aroma aneh itu, selalu banyak orang yang ngintipin.

Dari pintu yang setengah terbuka, aku melihat seorang laki-laki tua dengan topi seragam melintasi jalan berumput di depan rumahku. Setelahnya tidak terjadi apa-apa.

***

Puthut EA menyebutkan bahwa kumpulan cerpen ini bukan sekadar "cerita pendek", tetapi "cerita pendek sangat ringkas" atau disebutnya "cerita ringkas". Mengapa ringkas? Karena saat saya coba skimming sebentar, ternyata memang cerita-cerita pendek yang ada, tidak sampai berlembar-lembar. Ada yang hanya satu halaman, maksimal mungkin empat halaman dengan paragraf pendek-pendek.

Ugo Untoro sendiri adalah seorang perupa yang sudah banyak mengadakan pameran. Sekali lagi, Puthut EA yang memberikan pengantar, menyebutkan bahwa dia takjub dengan tulisan-tulisan Ugo Untoro, walau sebagai perupa, dia hanya disukai. Mungkin karena media penyampaian gagasan lewat "seni rupa" dan "seni tulis" tentu saja memiliki efek berbeda bagi tiap-tiap orang.

Kamis, 26 Juli 2018

Bacabaca 43: Katarsis oleh Anastasia Aemilia

Judul: Katarsis
Penulis: Anastasia Aemilia
Tahun Terbit: 2013
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tebal: 264 halaman, paperback
ISBN: 9789792294668

Tara Johandi, gadis berusia delapan belas tahun, menjadi satu-satunya saksi dalam perampokan tragis di rumah pamannya di Bandung. Ketika ditemukan dia disekap di dalam kotak perkakas kayu dalam kondisi syok berat. Polisi menduga pelakunya sepasang perampok yang sudah lama menjadi buronan. Tapi selama penyelidikan, satu demi satu petunjuk mulai menunjukkan keganjilan.

Sebagai psikiater, Alfons berusaha membantu Tara lepas dari traumanya. Meski dia tahu itu tidak mudah. Ada sesuatu dalam masa lalu Tara yang disembunyikan gadis itu dengan sangat rapat. Namun, sebelum hal itu terpecahkan, muncul Ello, pria teman masa kecil Tara yang mengusik usaha Alfons.

Dan bersamaan dengan kemunculan Ello, polisi dihadapkan dengan kasus pembunuhan berantai yang melibatkan kotak perkakas kayu seperti yang dipakai untuk menyekap Tara. Apakah Tara sesungguhnya hanya korban atau dia menyembunyikan jejak masa lalu yang kelam?


***

Setelah sekian lama absen dari membaca thriller Indonesia, akhirnya saya membacanya lagi. Menyelesaikan Katarsis menjadi momen yang menyenangkan, sebab saat membaca ini, saya harus selang-seling dengan panggilan pekerjaan yang menumpuk. Katarsis seperti benar-benar menjadi media "katarsis" bagi kepala yang penat karena pekerjaan.

Selasa, 05 Juni 2018

Bacabaca 42: Aroma Karsa oleh Dee Lestari

Judul: Aroma Karsa
Penulis: Dewi 'Dee' Lestari
Tahun Terbit: 2018
Penerbit: Bentang Pustaka
Tebal: 724 halaman, paperback
ISBN: 9786022914631

Dari sebuah lontar kuno, Raras Prayagung mengetahui bahwa Puspa Karsa yang dikenalnya sebagai dongeng, ternyata tanaman sungguhan yang tersembunyi di tempat rahasia.

Obsesi Raras memburu Puspa Karsa, bunga sakti yang konon mampu mengendalikan kehendak dan cuma bisa diidentifikasi melalui aroma, mempertemukannya dengan Jati Wesi.

Jati memiliki penciuman luar biasa. Di TPA Bantar Gebang, tempatnya tumbuh besar, ia dijuluki si Hidung Tikus. Dari berbagai pekerjaan yang dilakoninya untuk bertahan hidup, satu yang paling Jati banggakan, yakni meracik parfum.

Kemampuan Jati memikat Raras. Bukan hanya mempekerjakan Jati di perusahaannya, Raras ikut mengundang Jati masuk ke dalam kehidupan pribadinya. Bertemulah Jati dengan Tanaya Suma, anak tunggal Raras, yang memiliki kemampuan serupa dengannya.

Semakin jauh Jati terlibat dengan keluarga Prayagung dan Puspa Karsa, semakin banyak misteri yang ia temukan, tentang dirinya dan masa lalu yang tak pernah ia tahu.


***

Saya membaca Aroma Karsa awalnya sih ngebut. Jadi pas bukunya sampai, saya diamkan dulu beberapa minggu. Barulah ketika pekerjaan kantor sudah santai, saya mulai membaca. Soalnya, dari pengalaman saya yang sudah-sudah, buku-buku Ibu Suri pasti selalu bikin saya begadang. Ketagihan. Mau tidur jadi kepikiran kalau belum selesai dibaca. Maka saya putuskan buat membacanya pas memang lagi senggang banget.

Kamis, 22 Maret 2018

Bacabaca 41: Labirin Rasa oleh Eka Situmorang

Judul: Labirin Rasa
Penulis: Eka Situmorang
Tahun Terbit: 2013
Penerbit: Wahyu Media
Tebal: 394 halaman, paperback
ISBN: 9789797957537

“Siapa bilang rasa tak dapat bertualang? Aku melakukannya. Melakukan petualangan di labirin rasa. Ya, untuk ‘merasakan’ hati dari Pangeran Fajar-ku. Aku berharap Pangeran Fajar-ku akan datang seperti fajar. Menyinari hidupku dengan banyak hal tak terduga. Menumbuhkan jiwaku dan melepaskan dahagaku yang haus akan rasa. Rasa cinta.

Di atas bukit, aku yakin rasa ini memilih dia sebagai Pangeran Fajar-ku. Rasa luar biasa cinta yang terhujam hingga ke hatiku yang terdalam. Tapi apa, ternyata dia yang menghujam rasa luar biasa sakit juga di hatiku. Aku jadi ragu, apakah benar ia Pangeran Fajar-ku?

Terbesit pesan Eyang Kakung di pikiranku. “Kayla, cinta itu membahagiakan. Namun, jika ia sudah mulai jadi beban, lepaskan jika harus melepaskan. Beri waktu. Beri ruang untuk cinta dapat bertumbuh alami hingga ia bisa mengambil keputusan. Karena cinta tak boleh dipaksakan. Ia hinggap bebas di hati setiap orang tanpa bisa diatur.”

Baiklah. Ini saatnya aku harus melepas rasa. Namun, apa aku dapat menemukan Pangeran Fajar-ku sesungguhnya? Hanya labirin rasa ini yang mampu menuntunku kepadanya.

***

Sebenarnya buku ini sudah selesai sejak Jum'at, 11 Oktober 2013. Sekitar lima tahun lalu. Beli di sore harinya dan selesai pada tengah malam. Saya penasaran dengan buku ini, sebab ditulis oleh salah satu anggota komunitas Travel Bloggers. Lembar demi lembar saya membacanya, saya seperti berkaca pada sosok Kayla yang acak-acakan. Secara fisik, cukup mirip dengan saya. :))

Selasa, 20 Februari 2018

1001Buku Nomor 608: Of Mice and Men oleh John Steinbeck

Gambar: DiandraBooks
Judul: Of Mice and Men
Penulis: John Steinbeck
Terbit Pertama: 1937
Penerbit/Edisi Terbitan: Selasar Publishing
Tahun Edisi: 2011, Cetakan 1
Penerjemah: Shita Athiya
Tebal: 149 halaman, paperback
ISBN: 9789792594133

Berusahalah memahami masing-masing manusia, karena dengan memahami satu sama lain, kalian bisa bersikap baik satu sama lain. Mengenal baik seorang manusia tak pernah berakhir dengan membencinya dan nyaris selalu jadi mencintainya — John Steinbeck, 1938

Realitas tragis tentang perjuangan hidup manusia yang berusaha keras meraih impian di antara sekian banyak keterbatasan. Dituturkan oleh penulis humanis untuk merayakan kapasitas manusia yang telah terbukti atas kebesaran hati dan semangat membara—atas jiwa ksatria saat dikalahkan, atas keberanian, kasih sayang, dan cinta.

Bacaan wajib bagi siapapun.


***

Novel pendek yang benar-benar mengisahkan tentang tragedi hidup manusia. Betapa mimpi mampu membuat semua orang bangkit dari keterpurukan. Mimpi membuat semua orang tertidur dengan harapan akan pencapaian sesuatu hal dengan sempurna. Namun, mimpi pulalah yang membuat George harus melupakan semua dan menghadapi realita kehidupan bersama Lennie.

Senin, 29 Januari 2018

Bacabaca 40: Hibiscus oleh Agnes Arina

Judul: Hibiscus
Penulis: Agnes Arina
Penerbit: Bentang Pustaka
Terbit: 2013
Tebal: 252 halaman, paperback
ISBN: 9786027888876

Bali gempar. Pierre Villeneuve, wisatawan asal Perancis, ditemukan tewas terbunuh di sebuah kamar hotel mewah. Tangannya menggenggam bunga sepatu dan tak ada yang bisa memecahkan arti dari bunga itu.

Bagaskara, seorang detektif yang menyamar menjadi pemandu wisata, adalah pemandu yang mengantar Pierre dan keluarganya keliling Bali pada hari naas itu. Bagas gusar. Rasa keadilannya terpancing.

Kini yang bergerak bukan Bagas si pemandu wisata, tapi Detektif Bagaskara. Meski dengan mempertaruhkan misi dan samarannya, dia bertekad mengungkap kasus pembunuhan ini sampai tuntas. Semakin dia menyelidik, semakin dia menemukan banyak korban lain.

Dia kini harus mengerahkan semua kemampuannya untuk mencari si pembunuh sebelum jatuh korban berikutnya. Bagas sadar kini dia dikejar oleh waktu, tanggung jawab dan kematian.


***

Sampul novel ini menarik dan sederhana. Pertama kali melihat, saya rasa akan banyak yang langsung tertarik dengan desain sampulnya. Sebuah telapak tangan yang menggenggam bunga sepatu, dengan background warna pastel yang tidak terlalu mencolok.

Jadi, saya pun membawanya pulang. Hanya sekilas membaca sinopsis, saya bisa memastikan kalau isinya adalah sebuah cerita detektif.