Selasa, 11 Desember 2012

Bacabaca 16: Supernova Partikel oleh Dee Lestari


Setelah gagal mendapatkan edisi Partikel gratis dari Leksika Kalibata City, saya mencoba untuk tidak penasaran dengan seri ke-4 dari serial Supernova ini. Saya membentuk benteng dalam kepala juga saku celana saya, agar tidak kebobolan dan wajib-fardu a'in untuk membeli buku ini. Nyatanya, godaan sebagai manusia selalu saja ada.

Supernova 4 - Partikel
Menemukan teman membeli buku ini, membuat darah saya mendidih. Saya memberangusnya dengan tatapan mengiba agar dipinjami buku, dan sukseslah buku ini saya perawani karena teman saya bahkan belum beres membaca seri satu sampai tiga dan belum sempat melucuti bungkus si buku sendiri.

Hari Minggu saya baca, awal cerita Partikel yang masih mulus bagai tol. Kemudian, bumbu-bumbu mulai disebar secara merata. Oh, buku yang pedas isinya! Pedas dan padat. Ibarat makanan, buku ini mengenyangkan dan memuaskan saya. Saya menyelesaikan santapan seberat ini hanya dalam dua hari. Kecepatan membaca saya tiba-tiba saja muncul, dan habislah buku ini dengan menyisakan segudang pertanyaan yang belum terjawab. Di mana ayah Zarah? Bagaimana kisah Zarah dan Paul? Bagaimana kisah Sarah--orangutan di Kalimantan? Dan rentetan 'Apa' juga 'Bagaimana' yang lainnya.

Secara keseluruhan, kisah bertumpu pada Zarah. Kisah penuh kejutan yang dialami Zarah, gadis muda biasa saja yang mendapat tugas tak biasa--menyelamatkan satu-satunya penyeimbang ekosistem bumi, yang diteliti ayahnya di Bukit Jambul.

Berbagai kejadian pun dialami Zarah, dalam upaya pencarian ayahnya. Semakin ia berlari, mencari, semakin ia jauh menelusup misteri. Dan dari begitu banyak kejadian, pada akhirnya, ia kembali ke Indonesia, ke 'rumah' yang tak ia temukan dalam pelarian.

Namun, sampai akhir cerita, ayahnya belum juga ditemukan. Di situlah saya mengakhiri bacaan saya. Masih menyisakan tanya. Menurut saya, secara garis besar, buku ini mampu menikam sekaligus menyihir pembaca untuk mendapatkan suatu pemahaman 'kalau-nggak-beres-baca-hari-ini-bisa-panas-dingin'. Begitulah kira-kira.

Sementara Elektra dan Bodhi dipertemukan, saya dibuat kesal setengah mati oleh Mbak Dee, yang membuat saya harus menunggu beberapa waktu lamanya sampai Supernova Gelombang, mencuat ke permukaan. Semoga tak lama. [Ayu]

Judul: Supernova 4 - Partikel
Penulis: Dewi 'Dee' Lestari
Penerbit: Bentang Pustaka
Tahun Terbit: 2012
ISBN: 978-602-881-174-3
Halaman: 508 
Harga: Rp 79.000,- 
Rating: 5/5 

Senin, 10 Desember 2012

Bacabaca 15: Istoria da Paz oleh Okke Sepatumerah


Buku ini selesai dibaca dalam sehari. Sebenarnya dua hari, tapi beberapa jam dalam sehari saja waktu yang saya butuhkan untuk menghabiskan buku ini. Kalau dihitung-hitung, mungkin saya membaca cuma 5 jam, lebih sedikit.

Cover buku
Buku ini sederhana, sesederhana kisah yang dituliskan penulis dalam buku. Kisah seorang perempuan patah hati yang mencoba untuk move on dan melupakan semua perasaan sakit yang dia alami, karena sang lelaki tertangkap berselingkuh di depan mata dengan klien sendiri. Oke, ini adalah kejadian patah hati yang cukup mainstream dan kerap terjadi dalam kehidupan sosial-percintaan. Saya sendiri tidak menganggap kisah patah hati sebagai kisah yang 'wow-gue-harus-salto' melainkan hanya maklum, karena hal seperti itu, saya pun pernah merasakan.

Yang digarisbawahi dalam buku ini adalah bagaimana seorang perempuan kota pada umumnya, mencoba melupakan kesakitan hati dengan tiba-tiba saja terjun ke dalam kondisi sosial yang serba berbeda dengan Jakarta. Diawali dengan tugasnya di Kupang, Nusa Tenggara Timur, perempuan ini mencoba melebur jadi satu dengan anak-anak tak beruntung di camp pengungsi. Ditemani seorang pemuda berjiwa sosial tinggi, Dionysius Alexander, perempuan ini menyelami lika-liku kehidupan Timur yang tak tersentuh manusia di kota sana.

Berbagai kejadian dan pengalaman, mendewasakan Damai--perempuan yang kerap disapa "Ibu Guru Bunga" oleh para muridnya ini. Maka, tugas kantor pun tak bisa lagi menghalanginya untuk berpikir, bahwa Sekolah Damai dan murid-murid nakalnya telah berhasil mencuri hatinya. Menenggalamkan luka lama dan merasa bahwa bukan hanya dirinya seorang yang tidak beruntung. Masih banyak orang yang lebih tidak beruntung dibanding dirinya, yang hanya sekedar kehilangan pacar.

Seiring berjalan waktu, tugas kantor pun selesai dan sudah waktunya ia kembali menapaki Jakarta, kota bising yang tak bertegur sapa. Siapa sangka, kepergiannya yang berhasil membuat ia lupa masalahnya, malah mengembalikan kehidupan lamanya. Jambrong, kekasih yang mengkhianatinya, kembali di saat ia sudah bisa memaafkan. Dan untuk kali ini, dia harus memilih untuk mengarungi hidupnya tanpa Jambrong. Keputusan final sudah diberikan, dan semua pun lega.

Beberapa waktu setelah berbagai kejadian, Damai sudah kembali berada di Kupang. Menyerahkan seluruh hidup demi sosial. Melepas beban dan sepenuhnya belajar akan arti keikhlasan dan melepaskan. Damai sudah menjadi damai, di Sekolah Damai.

Dan kisah ini sangat keren kalau dijadikan sequel. Melihat Dion kembali dari studi sosialnya dan merengkuh Damai di Kupang, dalam pondok-pondok daun lontar penuh sapa, yang tak didapat di kota. [Ayu]

Judul: Istoria da Paz: Perempuan dalam Perjalanan
Penulis: Okke 'Sepatumerah'
Penerbit: Gagasmedia
Tahun Terbit: 2007
ISBN: 9797802078
Halaman: 218 
Harga: Rp 30.000-an (lupa harga aslinya, karena saya beli di bazaar murah :D) 
Rating: 3.5/5 
Review: http://www.goodreads.com/book/show/2945267-istoria-da-paz