Jumat, 24 April 2020

Bacabaca 56: Si Pembunuh Elemen oleh Miguel Angelo Jonathan

Judul: Si Pembunuh Elemen
Penulis: Miguel Angelo Jonathan
Tahun Terbit: 2019
Penerbit: Pustaka Kaji
Tebal: 221 halaman, paperback
ISBN: 9786025735219

Seusai menuntaskan sebuah kasus pembunuhan, mendadak Detektif Morgan Somer menerima panggilan telepon mengenai kebakaran di suatu kompleks perumahan elit. Sesosok mayat yang diperkirakan sebagai jasad si pemilik rumah ditemukan terpanggang di sana. Tentu Detektif Morgan Somer tidak akan dipanggil jika tak ada keanehan yang ditemukan di sekitar tempat kebakaran tersebut. Seluruh hewan peliharaan dan tanaman hias milik si empunya rumah diletakkan begitu saja di depan rumahnya yang terbakar, tanpa ada yang mati ataupun terluka sedikit pun.

Morgan Somer mengabari sesama rekan detektifnya, Edward Norton, untuk mendalami kasus ini. Masalah semakin bertambah ketika sebuah emblem dari permata berwarna merah yang berbentuk seperti kobaran api ditemukan di rumah Erik yang telah terbakar, dalam sebuah kotak besi tahan api.

Keduanya dapat memastikan bahwa telah terjadi pembunuhan. Mereka kini berhadapan dengan seorang pembunuh yang begitu penuh siasat dan berbahaya. Semakin mendalami kasus tersebut, Morgan dan Norton terus menerus menemukan emblem-emblem peninggalan sang pembunuh, yang kesemuanya melambangkan suatu elemen tertentu. Waktu terus bergerak, dan pada setiap penbunuhan yang gagal mereka cegah, mereka akan terus menemukan oleh-oleh berupa emblem berbentuk elemen dari sang pembunuh.

***

Novel ini adalah debut Miguel Angelo Jonathan, seorang mahasiswa di Universitas Negeri Jakarta. Saya pertama kali bertemu Miguel di acara kumpul-kumpul dan diskusi bareng Komunitas Detectives ID. Di acara tersebut, kami saling berbagi rekomendasi bacaan dan juga literatur detektif era lama di Indonesia. 

Si Pembunuh Elemen bercerita tentang duo detektif bernama Morgan Somer dan Edward Norton yang sedang membereskan kasus pembunuhan seorang pria terhadap istrinya. Ketika Norton sedang berusaha menangkap tersangka yang lari ke resornya di Kepulauan Seribu, datanglah laporan kasus lain yang mengharuskan Morgan Somer datang ke TKP (Tempat Kejadian Perkara).

TKP yang Morgan datangi adalah tempat kebakaran. Ia mendapati kejanggalan di sekitar TKP. Rumah mewah terbakar hangus, habis tak bersisa, tetapi hewan peliharaan milik empunya rumah dikeluarkan terlebih dahulu. Hal ini tentu saja janggal menurut Morgan. Kenapa pembunuh harus repot-repot mengevakuasi hewan peliharaan? Setelah diidentifikasi dari pihak forensik, bahkan di dalam rumah tak ada hewan lain yang ikut terbakar. 

Rabu, 22 April 2020

Bacabaca 55: Special Order oleh Alfiana Nufi

Judul: Special Order
Penulis: Alfiana Nufi
Tahun Terbit: 2019
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tebal: 272 halaman, paperback
ISBN: 9786020621579

Ya Tuhan Yang Maha Esa… begitulah Naya bergumam dengan wajah pucat pasi ketika mendapati kepala koki barunya, Nando, adalah cowok yang sempat dia tabok di kereta karena kesalahpahaman. Sejak itu pekerjaan Naya di restoran tidak kenal kata damai. Nando hobi memarahinya, dan bahkan memecatnya.

Tetapi koki ganteng itu diam-diam menggelitik hati Naya dengan kelakuan rasa nano-nano. Terlebih waktu Naya menemukan Nando menyimpan luka serupa dengannya dalam dunia perdapuran.

Masalahnya, apa Nando punya perasaan sama? Atau Naya bagi Nando cuma kitchen assistant yang perlu dimentori supaya paham dapur tidaklah semanis drama Korea?

Perasaannya pada Nando mungkin akan jadi special order dalam dapur Naya, atau jadi masakan gagal yang harus dibuang.

***

Oke. Ini entah metropop ke berapa yang saya baca lewat Gramedia Digital. Mumpung masih masa subscription, jadi saya ingin sebanyak-banyaknya baca buku yang ringan. Supaya bisa menghabiskan masa subscription, dan nanti menjelang akhir, saya baru akan baca buku yang berat.

Novel metropop satu ini adalah salah satu pilihan kalau kalian ingin bacaan yang ringan, tapi lumayan memberi informasi yang mendalam. Informasi yang disajikan dalam novel ini adalah seputar dunia dapur, dunia chef, ya kayak dunia MasterChef atau Hell's Kitchen. Kira-kira kayak begitu.

Selasa, 07 April 2020

Bacabaca 54: Aruna & Lidahnya oleh Laksmi Pamuntjak

Judul: Aruna & Lidahnya
Penulis: Laksmi Pamuntjak
Tahun Terbit: 2014
Versi Cetak Ulang: 2018 (movie edition)
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tebal: 428 halaman, paperback
ISBN: 9786020308524

Aruna Rai; 35 tahun, belum menikah. Pekerjaan: Epidemiologist (Ahli Wabah), Spesialisasi: Flu Unggas. Obsesi: Makanan.

Bono; 30 tahun, terlalu sibuk untuk menikah. Pekerjaan: Chef. Spesialisasi: Nouvelle Cuisine. Obsesi: Makanan.

Nadezhda Azhari; 33 tahun, emoh menikah. Pekerjaan: Penulis. Spesialisasi: Perjalanan dan Makanan. Obsesi: Makanan.

Ketika Aruna ditugasi menyelidiki kasus flu unggas yang terjadi secara serentak di delapan kota seputar Indonesia, ia memakai kesempatan itu untuk mencicipi kekayaan kuliner lokal bersama kedua karibnya. Dalam perjalanan mereka, makanan, politik, agama, sejarah lokal, dan realita sosial tak hanya bertautan dengan korupsi, kolusi, konspirasi, dan misinformasi seputar politik, kesehatan masyarakat, namun juga dengan cinta, pertemanan, dan kisahkisah mengharukan yang mempersatukan sekaligus merayakan perbedaan antarmanusia.

***

Ini buku ketiga dari Gramedia Digital yang saya baca di masa pandemi ini. Kebetulan novel ini juga tentang pandemi—wabah flu burung yang terjadi di Indonesia. Saya menyempatkan diri baca ini, karena saya malah sudah menonton filmnya duluan via salah satu layanan streaming film orisinil.

Nah, saya tertarik membaca novelnya karena menonton film itu. Walau ada unsur konspirasi, politik, dan juga cerita perjalanan, sebagian besar filmnya membahas tentang cinta juga. Cinta yang rumit antara Aruna dan Farish, juga Bono dan Nadezhda—Nad. Karena latar dan penokohannya ini dekat dengan dunia kerja, jadi saya malah mau mengklasifikasikan novel ini sebagai metropop, walau bukan metropop-metropop amat. Hehe. Sekadar riset dunia kerja yang lebih kompleks saja sih.

Novel ini dibuka dengan prolog dari sudut pandang orang ketiga. Lebih mirip seperti ceracau. Uniknya, prolog novel Aruna & Lidahnya tidak ada titik—setidaknya sampai prolog berakhir. Hanya ada si orang ketiga yang mencerocos panjang-lebar soal Aruna. Tidak pakai titik, tapi koma terus-terusan.

Bacabaca 53: The Devil in Black Jeans oleh AliaZalea

Judul: The Devil in Black Jeans
Penulis: AliaZalea
Tahun Terbit: 2013
Versi Cetak Ulang: 2017
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tebal: 352 halaman, paperback
ISBN: 9789792291889

Dara betul-betul mencintai pekerjaannya sebagai personal assistant para artis, sampai dia bekerja untuk Blu, penyanyi opera Indonesia berumur lima belas tahun. Masalahnya bukan pada Blu, tapi kakaknya, yaitu Johan Brawijaya, drummer paling ganteng se-Indonesia yang superprotektif kepada adiknya dan membuat Dara ingin mencekiknya setiap kali bertemu.

Sebagai drummer kawakan Indonesia dengan wajah di atas rata-rata dan masih single, Jo mencintai kebebasannya untuk melakukan apa saja yang dia mau. Kebebasan ini punah dengan kedatangan adiknya di rumahnya. Seakan itu belum cukup parah, kini seorang PA artis yang sok tahu, super menyebalkan, berbentuk Dara, muncul dan mulai mengatur kehidupannya.

Satu-satunya hal yang membuat mereka berdua bisa saling bertoleransi adalah karena Blu. Atau itulah yang mereka pikir hingga ciuman itu terjadi. Satu ciuman yang membuat keduanya berpikir dua kali tentang perasaan mereka terhadap satu sama lain.

***

Well. Segala keribetan hidup Jo dan Dara di novel ini, dimulai ketika pengacara almarhum bapaknya Jo datang dan membacakan surat wasiat. Semua keluarga Jo yang lain kebagian harta-benda juga aset berharga. Lalu, saat tiba giliran Jo, dia cuma dititipi adik bungsunya yang bernama Blu. Adik yang tidak pernah dia ketahui pasca bapaknya menikah lagi. Bahkan, ibu tiri Jo (istri bapaknya yang ketiga), mungkin lebih cocok jadi kakak daripada ibu tiri. Usianya tidak terpaut jauh dari Jo.

Nah, tapi karena Jo memang mau jadi orang bertanggungjawab, dia asuh juga itu adiknya. Blu adalah gadis yang baru beranjak remaja. Otomatis, Jo jadi kurang tahu bagaimana cara menghadapi adik perempuan, apalagi ditambah sifatnya yang sulit ditebak dan sedang kasmaran.