Selasa, 05 Juni 2018

Bacabaca 42: Aroma Karsa oleh Dee Lestari

Judul: Aroma Karsa
Penulis: Dewi 'Dee' Lestari
Tahun Terbit: 2018
Penerbit: Bentang Pustaka
Tebal: 724 halaman, paperback
ISBN: 9786022914631

Dari sebuah lontar kuno, Raras Prayagung mengetahui bahwa Puspa Karsa yang dikenalnya sebagai dongeng, ternyata tanaman sungguhan yang tersembunyi di tempat rahasia.

Obsesi Raras memburu Puspa Karsa, bunga sakti yang konon mampu mengendalikan kehendak dan cuma bisa diidentifikasi melalui aroma, mempertemukannya dengan Jati Wesi.

Jati memiliki penciuman luar biasa. Di TPA Bantar Gebang, tempatnya tumbuh besar, ia dijuluki si Hidung Tikus. Dari berbagai pekerjaan yang dilakoninya untuk bertahan hidup, satu yang paling Jati banggakan, yakni meracik parfum.

Kemampuan Jati memikat Raras. Bukan hanya mempekerjakan Jati di perusahaannya, Raras ikut mengundang Jati masuk ke dalam kehidupan pribadinya. Bertemulah Jati dengan Tanaya Suma, anak tunggal Raras, yang memiliki kemampuan serupa dengannya.

Semakin jauh Jati terlibat dengan keluarga Prayagung dan Puspa Karsa, semakin banyak misteri yang ia temukan, tentang dirinya dan masa lalu yang tak pernah ia tahu.


***

Saya membaca Aroma Karsa awalnya sih ngebut. Jadi pas bukunya sampai, saya diamkan dulu beberapa minggu. Barulah ketika pekerjaan kantor sudah santai, saya mulai membaca. Soalnya, dari pengalaman saya yang sudah-sudah, buku-buku Ibu Suri pasti selalu bikin saya begadang. Ketagihan. Mau tidur jadi kepikiran kalau belum selesai dibaca. Maka saya putuskan buat membacanya pas memang lagi senggang banget.

Kamis, 22 Maret 2018

Bacabaca 41: Labirin Rasa oleh Eka Situmorang

Judul: Labirin Rasa
Penulis: Eka Situmorang
Tahun Terbit: 2013
Penerbit: Wahyu Media
Tebal: 394 halaman, paperback
ISBN: 9789797957537

“Siapa bilang rasa tak dapat bertualang? Aku melakukannya. Melakukan petualangan di labirin rasa. Ya, untuk ‘merasakan’ hati dari Pangeran Fajar-ku. Aku berharap Pangeran Fajar-ku akan datang seperti fajar. Menyinari hidupku dengan banyak hal tak terduga. Menumbuhkan jiwaku dan melepaskan dahagaku yang haus akan rasa. Rasa cinta.

Di atas bukit, aku yakin rasa ini memilih dia sebagai Pangeran Fajar-ku. Rasa luar biasa cinta yang terhujam hingga ke hatiku yang terdalam. Tapi apa, ternyata dia yang menghujam rasa luar biasa sakit juga di hatiku. Aku jadi ragu, apakah benar ia Pangeran Fajar-ku?

Terbesit pesan Eyang Kakung di pikiranku. “Kayla, cinta itu membahagiakan. Namun, jika ia sudah mulai jadi beban, lepaskan jika harus melepaskan. Beri waktu. Beri ruang untuk cinta dapat bertumbuh alami hingga ia bisa mengambil keputusan. Karena cinta tak boleh dipaksakan. Ia hinggap bebas di hati setiap orang tanpa bisa diatur.”

Baiklah. Ini saatnya aku harus melepas rasa. Namun, apa aku dapat menemukan Pangeran Fajar-ku sesungguhnya? Hanya labirin rasa ini yang mampu menuntunku kepadanya.

***

Sebenarnya buku ini sudah selesai sejak Jum'at, 11 Oktober 2013. Sekitar lima tahun lalu. Beli di sore harinya dan selesai pada tengah malam. Saya penasaran dengan buku ini, sebab ditulis oleh salah satu anggota komunitas Travel Bloggers. Lembar demi lembar saya membacanya, saya seperti berkaca pada sosok Kayla yang acak-acakan. Secara fisik, cukup mirip dengan saya. :))

Selasa, 20 Februari 2018

1001Buku Nomor 608: Of Mice and Men oleh John Steinbeck

Gambar: DiandraBooks
Judul: Of Mice and Men
Penulis: John Steinbeck
Terbit Pertama: 1937
Penerbit/Edisi Terbitan: Selasar Publishing
Tahun Edisi: 2011, Cetakan 1
Penerjemah: Shita Athiya
Tebal: 149 halaman, paperback
ISBN: 9789792594133

Berusahalah memahami masing-masing manusia, karena dengan memahami satu sama lain, kalian bisa bersikap baik satu sama lain. Mengenal baik seorang manusia tak pernah berakhir dengan membencinya dan nyaris selalu jadi mencintainya — John Steinbeck, 1938

Realitas tragis tentang perjuangan hidup manusia yang berusaha keras meraih impian di antara sekian banyak keterbatasan. Dituturkan oleh penulis humanis untuk merayakan kapasitas manusia yang telah terbukti atas kebesaran hati dan semangat membara—atas jiwa ksatria saat dikalahkan, atas keberanian, kasih sayang, dan cinta.

Bacaan wajib bagi siapapun.


***

Novel pendek yang benar-benar mengisahkan tentang tragedi hidup manusia. Betapa mimpi mampu membuat semua orang bangkit dari keterpurukan. Mimpi membuat semua orang tertidur dengan harapan akan pencapaian sesuatu hal dengan sempurna. Namun, mimpi pulalah yang membuat George harus melupakan semua dan menghadapi realita kehidupan bersama Lennie.

Senin, 29 Januari 2018

Bacabaca 40: Hibiscus oleh Agnes Arina

Judul: Hibiscus
Penulis: Agnes Arina
Penerbit: Bentang Pustaka
Terbit: 2013
Tebal: 252 halaman, paperback
ISBN: 9786027888876

Bali gempar. Pierre Villeneuve, wisatawan asal Perancis, ditemukan tewas terbunuh di sebuah kamar hotel mewah. Tangannya menggenggam bunga sepatu dan tak ada yang bisa memecahkan arti dari bunga itu.

Bagaskara, seorang detektif yang menyamar menjadi pemandu wisata, adalah pemandu yang mengantar Pierre dan keluarganya keliling Bali pada hari naas itu. Bagas gusar. Rasa keadilannya terpancing.

Kini yang bergerak bukan Bagas si pemandu wisata, tapi Detektif Bagaskara. Meski dengan mempertaruhkan misi dan samarannya, dia bertekad mengungkap kasus pembunuhan ini sampai tuntas. Semakin dia menyelidik, semakin dia menemukan banyak korban lain.

Dia kini harus mengerahkan semua kemampuannya untuk mencari si pembunuh sebelum jatuh korban berikutnya. Bagas sadar kini dia dikejar oleh waktu, tanggung jawab dan kematian.


***

Sampul novel ini menarik dan sederhana. Pertama kali melihat, saya rasa akan banyak yang langsung tertarik dengan desain sampulnya. Sebuah telapak tangan yang menggenggam bunga sepatu, dengan background warna pastel yang tidak terlalu mencolok.

Jadi, saya pun membawanya pulang. Hanya sekilas membaca sinopsis, saya bisa memastikan kalau isinya adalah sebuah cerita detektif.

Jumat, 29 Desember 2017

Bacabaca 39: Semua Ikan di Langit oleh Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

Judul: Semua Ikan di Langit
Penulis: Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie
Penerbit: Grasindo Publisher
Terbit: Februari 2017
Tebal: 259 halaman, paperback
ISBN:
9786023758067

"Pekerjaan saya memang kedengaran membosankan— mengelilingi tempat yang itu-itu saja, diisi kaki-kaki berkeringat dan orang-orang berisik, diusik cicak-cicak kurang ajar, mendengar lagu aneh tentang tahu berbentuk bulat dan digoreng tanpa persiapan sebelumnya—tapi saya menggemarinya. Saya senang mengetahui cerita manusia dan kecoa dan tikus dan serangga yang mampir. Saya senang melihat-lihat isi tas yang terbuka, membaca buku yang dibalik-balik di kursi belakang, turut mendengarkan musik yang dinyanyikan di kepala seorang penumpang… bahkan kadang-kadang, menyaksikan aksi pencurian.

Trayek saya memang hanya melewati Dipatiukur-Leuwipanjang, sebelum akhirnya bertemu Beliau, dan memulai trayek baru: mengelilingi angkasa, melintasi dimensi ruang dan waktu."

***

Ulasan personal kali ini merupakan review yang saya poskan ulang dari blog saya yang satu lagi. Jadi, menurut blog saya yang satu lagi, saya menghabiskan buku ini dengan selingan buku lain, sehingga baru selesai dalam satu bulan. Seperti yang dikatakan dewan juri Sayembara Novel DKJ melalui laporan pertanggungjawaban, novel ini memiliki kemampuan bahasa di atas rata-rata, sehingga tidak ada juara dua dan tiga melainkan hanya juara favorit. Ketika saya baca, sebenarnya kemampuan bahasa di atas rata-rata ini menurut saya malah seperti kemampuan mendongeng di atas rata-rata, karena sang penulis bercerita dengan sangat antusias hingga berbusa-busa, bahkan mengulangi apa yang ia inginkan, walau masih dalam satu bab yang sama.